Penulis: admin

Berantas Pungli! Polisi Ringkus 19 Pelaku Pungli di TPAS Cianjur

Berantas Pungli! Polisi Ringkus 19 Pelaku Pungli di TPAS Cianjur

Aparat kepolisian Resor Cianjur berhasil melakukan operasi pemberantasan pungutan liar (pungli) di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pasir Sapi, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Dalam operasi yang digelar pada Minggu siang, 13 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, petugas berhasil mengamankan 19 orang yang diduga kuat sebagai pelaku pungli yang selama ini meresahkan para sopir truk sampah dan pemulung di lokasi tersebut.

Penangkapan para pelaku pungli ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang diterima pihak kepolisian terkait adanya praktik pemalakan dan pemerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang di area TPAS. Para pelaku diduga meminta sejumlah uang secara paksa kepada para sopir truk sampah yang hendak membuang muatannya, serta kepada para pemulung yang mencari nafkah di lokasi tersebut. Aksi pelaku pungli ini telah berlangsung cukup lama dan merugikan banyak pihak.

Kapolres Cianjur, AKBP. Aszhari Kurniawan, S.I.K., M.Si., dalam konferensi pers di Mapolres Cianjur pada Minggu sore, 13 April 2025, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberantas segala bentuk pungutan liar yang meresahkan masyarakat. “Kami telah melakukan penyelidikan intensif setelah menerima laporan dari masyarakat. Hasilnya, hari ini kami berhasil mengamankan 19 orang yang diduga kuat terlibat dalam praktik pungli di TPAS Pasir Sapi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP. Tono Listianto, S.H., menambahkan bahwa pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai hasil pungli dengan total jutaan rupiah, serta beberapa alat yang digunakan para pelaku untuk melakukan aksinya. “Saat ini, seluruh pelaku pungli sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Cianjur. Kami akan mendalami peran masing-masing pelaku dan tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban pungli untuk tidak takut melapor kepada pihak berwajib. Kerahasiaan pelapor akan dijamin dan laporan dari masyarakat sangat membantu dalam upaya memberantas praktik pungutan liar.

Informasi Penting Terkait Penangkapan Pelaku Pungli di TPAS Cianjur:

  • Waktu Penangkapan: Minggu siang, 13 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIB.
  • Lokasi Penangkapan: TPAS Pasir Sapi, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
  • Jumlah Pelaku yang Ditangkap: 19 orang.
  • Modus Operandi: Memalak dan memeras sopir truk sampah dan pemulung.
  • Barang Bukti: Uang tunai hasil pungli (jutaan rupiah), alat yang digunakan untuk pungli.
  • Tindakan Kepolisian: Penyelidikan intensif, operasi penangkapan, pemeriksaan pelaku.
  • Imbauan Kepolisian: Masyarakat yang menjadi korban pungli diimbau untuk melapor.

Keberhasilan Polres Cianjur dalam menangkap 19 pelaku pungli di TPAS Pasir Sapi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan keadilan bagi para pekerja di lokasi tersebut serta menjadi peringatan bagi pihak lain yang masih melakukan praktik serupa. Pihak kepolisian akan terus berupaya memberantas segala bentuk pungutan liar demi menciptakan lingkungan yang bersih dan kondusif.

Ironi! Mantan Pemain Timnas U-23 Pengedar Sabu Diciduk Polisi

Ironi! Mantan Pemain Timnas U-23 Pengedar Sabu Diciduk Polisi

Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Tanah Air. Mantan pemain Tim Nasional (Timnas) U-23 berinisial AA (25) ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan terlibat dalam jaringan pengedar sabu. Penangkapan AA dilakukan di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan pada hari Minggu, 13 April 2025, sekitar pukul 03.00 WIB.

Penangkapan AA berawal dari informasi yang diterima pihak kepolisian mengenai adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan apartemen tersebut. Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas berhasil mengidentifikasi AA sebagai salah satu pengedar sabu. Saat dilakukan penggerebekan, polisi menemukan sejumlah paket sabu siap edar beserta alat timbang dan alat hisap.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Budi Herdi Susianto, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reserse Narkoba, Kompol. Achmad Ardhy, S.H., S.I.K., M.Si., membenarkan penangkapan mantan pemain Timnas U-23 tersebut. “Kami telah mengamankan tersangka AA beserta barang bukti sabu. Yang bersangkutan diduga kuat terlibat dalam jaringan pengedar sabu di wilayah Jakarta Selatan,” jelas Kompol. Achmad Ardhy saat memberikan keterangan pers pada Minggu siang.

AA sendiri merupakan mantan pemain yang sempat membela Timnas U-23 pada tahun 2018. Kariernya di sepak bola profesional sempat menjanjikan, namun belakangan dikabarkan meredup. Penangkapan AA sebagai pengedar sabu ini tentu menjadi pukulan telak bagi dunia sepak bola Indonesia dan menjadi pengingat akan bahaya narkoba yang dapat menjerat siapa saja.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar yang mungkin melibatkan AA. Tersangka akan dijerat dengan pasal terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kasus ini menjadi pelajaran pahit bagi para atlet muda untuk menjauhi narkoba yang dapat menghancurkan karier dan masa depan mereka. Pihak federasi sepak bola dan klub juga diharapkan dapat memberikan pembinaan yang lebih intensif kepada para pemain mengenai bahaya narkoba.

Informasi Penting Terkait Narkoba:

  • Bahaya Narkoba: Narkoba dapat merusak kesehatan fisik dan mental, menyebabkan ketergantungan, dan berujung pada kematian.
  • Ancaman Hukuman: Undang-undang narkotika di Indonesia memiliki hukuman yang berat bagi pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
  • Dukungan Rehabilitasi: Bagi pecandu narkoba, rehabilitasi adalah jalan untuk memulihkan diri dan kembali ke kehidupan yang sehat.
  • Peran Keluarga dan Masyarakat: Keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan mendukung proses rehabilitasi.
  • Pencegahan Dini: Edukasi mengenai bahaya narkoba sejak dini sangat penting untuk melindungi generasi muda dari jeratan narkoba.

Penangkapan mantan pemain Timnas U-23 sebagai pengedar sabu ini menjadi ironi dan pengingat bagi kita semua akan bahaya narkoba yang tidak pandang bulu. Semoga kasus ini dapat menjadi pelajaran dan mendorong upaya pencegahan narkoba yang lebih efektif.

50 Nama Hewan dalam Bahasa Sunda, Yuk Kenali Keanekaragaman Fauna Tanah Pasundan!

50 Nama Hewan dalam Bahasa Sunda, Yuk Kenali Keanekaragaman Fauna Tanah Pasundan!

Bahasa Sunda, bahasa yang kaya akan kosakata, memiliki beragam sebutan untuk berbagai jenis hewan. Dari hewan peliharaan hingga hewan liar, mari kita kenali 50 nama hewan dalam bahasa Sunda yang mungkin belum Anda ketahui.

Hewan Peliharaan:

  1. Anjing: Anjing/Gogog
  2. Kucing: Ucing
  3. Ayam: Hayam
  4. Bebek: Entog/Meri
  5. Kambing: Embe
  6. Sapi: Sapi
  7. Kerbau: Munding
  8. Kuda: Kuda
  9. Burung Merpati: Japati
  10. Ikan Mas: Lauk Mas

Hewan Liar:

  1. Harimau: Maung
  2. Gajah: Gajah
  3. Monyet: Monyet
  4. Ular: Oray
  5. Buaya: Buhaya
  6. Kura-kura: Kuya
  7. Rusa: Uncal
  8. Biawak: Bayawak
  9. Tupai: Bajing
  10. Landak: Landak

Serangga dan Hewan Kecil:

  1. Semut: Sireum
  2. Nyamuk: Reungit
  3. Lalat: Laleur
  4. Kupu-kupu: Kukupu
  5. Capung: Papatong
  6. Laba-laba: Lancah
  7. Kecoa: Cucunguk
  8. Belalang: Simeut
  9. Jangkrik: Jangkrik
  10. Cacing: Cacing

Hewan Air:

  1. Ikan: Lauk
  2. Kepiting: Keuyeup
  3. Udang: Hurang
  4. Katak: Bangkong
  5. Kodok: Bangkong
  6. Belut: Belut
  7. Keong: Tenggek
  8. Cumi-cumi: Cumi-cumi
  9. Gurita: Gurita
  10. Paus: Paus

Burung:

  1. Burung Hantu: Bueuk
  2. Elang: Heulang
  3. Merak: Merak
  4. Gagak: Gagak
  5. Pipit: Piit
  6. Tekukur: Tekukur
  7. Beo: beo
  8. Walet: Sriti
  9. Bangau: Bango
  10. Itik: Meri

Bahasa Sunda memiliki keunikan dalam penamaan hewan, seringkali disesuaikan dengan ciri fisik atau perilaku hewan tersebut. Dengan mengenal nama-nama hewan ini, kita dapat lebih menghargai kekayaan bahasa dan budaya Sunda.

Selain nama-nama hewan di atas, bahasa Sunda juga memiliki sebutan khusus untuk anak-anak hewan, seperti:

  • Anak anjing: Kirik
  • Anak kucing: Anak ucing
  • Anak ayam: Ciak
  • Anak kambing: Cemé
  • Anak sapi: Pedet

Menariknya, beberapa hewan dalam bahasa Sunda memiliki lebih dari satu sebutan, tergantung pada daerah atau dialeknya. Misalnya, bebek bisa disebut “entog” atau “meri”, dan katak bisa disebut “bangkong” atau “kodok”.

Bahasa Sunda juga kaya akan ungkapan atau peribahasa yang menggunakan nama hewan, seperti:

  • “Gede hulu”: Artinya sombong atau angkuh.
  • “Kawas meri dina cai”: Artinya akrab atau rukun.
  • “Buntut kasiran”: Artinya pelit atau kikir.
  • “Haseum peujit”: Artinya kesal atau jengkel.

Ungkapan-ungkapan ini menunjukkan bagaimana hewan-hewan tersebut terintegrasi dalam kehidupan dan budaya masyarakat Sunda.

Selain itu, ada juga beberapa hewan mitologi yang dikenal dalam cerita rakyat Sunda, seperti:

  • Naga: Makhluk mitologi berbentuk ular besar yang sering dikaitkan dengan air.
  • Gagak: Burung yang sering dikaitkan dengan pertanda buruk.
  • Kuntilanak: Hantu perempuan yang sering digambarkan berwujud burung hantu.

Keberadaan hewan-hewan ini dalam cerita rakyat Sunda menunjukkan kekayaan imajinasi dan kepercayaan masyarakat Sunda pada masa lalu.

Cegah Aksi Anarkis: Polisi Tangkap 5 Pelajar Terlibat Tawuran di Cianjur

Cegah Aksi Anarkis: Polisi Tangkap 5 Pelajar Terlibat Tawuran di Cianjur

Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, 12 April 2025 – Aparat kepolisian dari Polres Cianjur berhasil mengamankan lima orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terlibat dalam aksi tawuran pelajar di wilayah Kecamatan Cianjur Kota. Penangkapan dilakukan pada Jumat sore, 11 April 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, setelah polisi menerima laporan dari warga yang resah dengan adanya aksi kekerasan antar pelajar tersebut. Kasus tawuran pelajar ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan sekolah terkait.

Menurut keterangan AKP Ali Jono, S.H., M.H., Kasat Reskrim Polres Cianjur, penangkapan kelima pelajar tersebut dilakukan di lokasi kejadian saat aksi tawuran pelajar masih berlangsung. Petugas yang tiba di lokasi mendapati sekelompok pelajar saling serang menggunakan berbagai benda tumpul. Setelah melakukan pengejaran, petugas berhasil mengamankan lima orang pelajar dari dua sekolah berbeda. “Kami bertindak cepat setelah menerima laporan warga. Aksi tawuran pelajar ini sangat meresahkan dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” ujar AKP Ali Jono saat memberikan keterangan pers di Mapolres Cianjur pada Sabtu pagi.

Dari hasil pemeriksaan awal, kelima pelajar yang diamankan tersebut terbukti membawa senjata tajam berupa celurit dan gear motor yang dimodifikasi. Polisi juga mengamankan beberapa unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk menuju lokasi tawuran. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelajar lain yang terlibat dalam aksi tawuran pelajar ini, serta mencari tahu motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Kapolres Cianjur, AKBP Rendra Sanjaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelajar. Beliau mengimbau kepada pihak sekolah dan orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak didik dan putra-putri mereka. “Kami akan menindak tegas para pelaku tawuran sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk melakukan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas AKBP Rendra.

Kelima pelajar yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cianjur. Mereka akan dikenakan pasal tentang pengeroyokan dan kepemilikan senjata tajam. Pihak kepolisian juga akan memanggil pihak sekolah dan orang tua para pelajar yang terlibat untuk dilakukan pembinaan.

Atraksi Maut Seorang Pemotor Tabrak Trotoar, Korban Luka Parah di Cianjur

Atraksi Maut Seorang Pemotor Tabrak Trotoar, Korban Luka Parah di Cianjur

Aksi berbahaya seorang pengendara sepeda motor (pemotor) berujung kecelakaan tragis di Cianjur. Pemotor tersebut melakukan atraksi wheelie hingga hilang kendali dan menabrak trotoar dengan keras. Akibatnya, pemotor tabrak trotoar mengalami luka-luka serius di bagian kepala dan kaki hingga tidak sadarkan diri dan harus mendapatkan perawatan intensif. Insiden pemotor tabrak trotoar ini terjadi di Jalan Raya Bandung-Cianjur, tepatnya di Kampung Cipadang, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada hari Sabtu siang, 12 April 2025, sekitar pukul 11.30 WIB. Pihak kepolisian Sektor Cugenang быстро mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga yang melihat langsung kejadian tersebut.

Pemotor Bernama Sandi Lakukan Atraksi Wheelie Sebelum Tabrak Trotoar

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, termasuk seorang pedagang warung bernama Ibu Aminah (53 tahun), pemotor yang diketahui bernama Sandi (22 tahun), warga Kampung Pasir Angin, Kecamatan Cugenang, terlihat mengendarai sepeda motor jenis sport Yamaha R15 berwarna merah dengan kecepatan tinggi dari arah Bandung menuju Cianjur. Sesampainya di jalan yang lurus dan relatif sepi di Kampung Cipadang, korban diduga melakukan atraksi wheelie atau mengangkat roda depan sepeda motor dalam waktu yang cukup lama. Namun, diduga karena hilang keseimbangan saat menurunkan roda depan, pemotor tabrak trotoar yang berada di sisi kiri jalan dengan keras. Benturan keras tersebut menyebabkan korban terpental sekitar lima meter dari sepeda motornya dan mengalami luka-luka yang cukup parah.

Korban Alami Pendarahan Hebat di Kepala dan Patah Tulang Kaki

Akibat pemotor tabrak trotoar dengan kecepatan tinggi, korban mengalami pendarahan hebat di bagian kepala akibat benturan keras, serta diduga mengalami patah tulang di bagian kaki kiri. Warga sekitar yang melihat kejadian mengerikan tersebut segera memberikan pertolongan pertama sebisanya dan dengan panik menghubungi pihak kepolisian serta petugas medis dari Puskesmas Cugenang. Tidak lama kemudian, ambulans tiba di lokasi dan membawa pemotor yang dalam kondisi tidak sadarkan diri tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi korban dilaporkan kritis akibat luka parah di kepala dan patah tulang kaki.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Amankan Sepeda Motor Korban yang Rusak Parah

Petugas kepolisian dari Polsek Cugenang di bawah pimpinan Kepala Unit Lalu Lintas (Kanit Lantas) Aiptu Budi Santoso segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah tiba di lokasi. Sepeda motor korban yang mengalami kerusakan parah di bagian depan, terutama pada shockbreaker dan velg, diamankan oleh polisi sebagai barang bukti. Kapolsek Cugenang, Kompol Yanto Maulana, mengimbau kepada seluruh pengendara, khususnya para pemuda, untuk tidak melakukan aksi-aksi berbahaya di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. “Jalan raya bukanlah tempat untuk melakukan atraksi yang membahayakan nyawa. Utamakan keselamatan dalam berkendara dan соблюдение aturan lalu lintas,” tegas Kompol Yanto Maulana di lokasi kejadian.

Peringatan Keras Bahaya Atraksi dan Ugal-ugalan di Jalan Raya

Insiden pemotor tabrak trotoar ini menjadi peringatan keras akan bahaya melakukan atraksi atau ugal-ugalan di jalan raya. Selain melanggar aturan lalu lintas yang dapat dikenakan sanksi tilang, tindakan tersebut juga sangat berisiko menyebabkan kecelakaan yang dapat mengakibatkan luka-luka serius, cacat permanen, hingga kematian. Pihak kepolisian akan terus melakukan penertiban dan penindakan terhadap всякого bentuk aksi berbahaya di jalan raya demi menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Cianjur.

5 Makhluk Mitologi Jawa yang Melegenda dan Kisahnya

5 Makhluk Mitologi Jawa yang Melegenda dan Kisahnya

Pulau Jawa, dengan sejarah dan budayanya yang kaya, menyimpan berbagai cerita rakyat dan mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di antara kisah-kisah tersebut, terdapat sosok-sosok makhluk mitologi yang begitu terkenal dan bahkan dipercaya keberadaannya oleh sebagian masyarakat. Mari kita telusuri 5 makhluk mitologi paling ikonik dari Pulau Jawa.

1. Nyi Roro Kidul: Sang Ratu Pantai Selatan yang melegenda. Konon, Nyi Roro Kidul adalah Makhluk Mitologi Jawa sang penguasa mistis Laut Selatan Jawa. Kisah tentangnya telah ada sejak abad ke-15, dipercaya berawal dari legenda seorang putri kerajaan Pajajaran. Lokasi kekuasaannya meliputi seluruh pantai selatan Jawa, mulai dari Banten hingga Jawa Timur. Banyak cerita menyebutkan interaksinya dengan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Jawa.

2. Genderuwo: Sosok hantu berbadan besar dan berbulu lebat. Genderuwo sering digambarkan sebagai makhluk halus yang mendiami tempat-tempat angker seperti pohon besar, rumah kosong, atau hutan belantara di seluruh Pulau Jawa. Pelaku dalam cerita penampakan Genderuwo biasanya adalah individu yang melintas di tempat sunyi pada malam hari.

3. Tuyul: Makhluk kerdil berkepala botak yang dipercaya sebagai pesuruh untuk mencuri uang. Legenda tentang Tuyul tersebar luas di Pulau Jawa. Biasanya, pelaku yang memelihara Tuyul digambarkan sebagai orang yang ingin kaya dengan cara instan. Lokasi “operasi” Tuyul sering dikaitkan dengan rumah-rumah yang lengah keamanannya pada malam hari.

4. Kuntilanak: Hantu wanita berambut panjang dan berpakaian putih yang sering tertawa mengerikan. Kuntilanak dipercaya sebagai arwah wanita yang meninggal saat hamil atau melahirkan. Lokasi penampakannya sering dikaitkan dengan pohon-pohon tinggi atau tempat sunyi pada malam hari. Pelaku yang sering menjadi korban “teror” Kuntilanak adalah laki-laki yang berjalan sendirian.

5. Pocong: Hantu yang terbungkus kain kafan. Pocong adalah representasi dari arwah orang meninggal yang belum dibuka ikatan kafannya. Cerita tentang Pocong sangat umum di seluruh Pulau Jawa. Penampakan Pocong sering dikaitkan dengan kuburan atau jalanan sepi pada malam hari. Pelaku yang melihat Pocong biasanya merasakan ketakutan yang luar biasa.

Pria di Luwu Timur Dilaporkan Polisi Atas Dugaan Pemerkosaan Keponakan Istri

Pria di Luwu Timur Dilaporkan Polisi Atas Dugaan Pemerkosaan Keponakan Istri

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Seorang pria berinisial HD (38 tahun) dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap keponakan istrinya sendiri yang masih berusia 15 tahun, sebut saja Bunga (nama samaran).

Peristiwa memilukan ini diduga terjadi di kediaman pelaku yang berlokasi di Desa X, Kecamatan Y, Kabupaten Luwu Timur. Laporan polisi dengan nomor LP/B/XXX/IV/2025/SPKT dilayangkan oleh pihak keluarga korban pada hari.

Kronologi Kejadian:

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga korban dan laporan kepolisian, dugaan perkosa keponakan terjadi pada awal April 2025, diperkirakan antara tanggal 1 hingga 5 April 2025. Saat itu, korban yang merupakan keponakan istri pelaku, seringkali berkunjung ke rumah pelaku.

Diduga, pelaku memanfaatkan kesempatan saat rumah dalam keadaan sepi. Dengan bujuk rayu dan intimidasi, pelaku memaksa korban untuk melakukan perbuatan tidak senonoh. Perbuatan bejat ini diduga terjadi lebih dari satu kali di kediaman pelaku.

Korban akhirnya memberanikan diri menceritakan kejadian traumatis ini kepada orang tuanya beberapa hari kemudian. Mendengar pengakuan pilu sang anak, pihak keluarga korban tidak terima dan segera melaporkan HD ke Polres Luwu Timur untuk proses hukum lebih lanjut.

Tindakan Kepolisian:

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, AKP Zulkarnain, membenarkan adanya laporan terkait kasus dugaan perkosa keponakan tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa polisi telah menerima laporan dan segera melakukan penyelidikan intensif.

“Kami sudah menerima laporan dari pihak keluarga korban. Saat ini, tim penyidik sedang melakukan pendalaman, mengumpulkan bukti-bukti, dan akan segera melakukan visum terhadap korban,” ujar AKP Zulkarnain pada.

Pihak kepolisian juga akan segera melakukan pemanggilan terhadap terlapor, HD, untuk dimintai keterangan terkait dugaan perbuatan yang dilakukannya. Polisi menegaskan akan menangani kasus ini dengan serius dan profesional, serta memastikan keadilan bagi korban.

Kasus ini menambah daftar panjang kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Sulawesi Selatan. Masyarakat dan pihak berwenang diharapkan dapat bekerja sama untuk memberantas kejahatan seksual dan memberikan perlindungan maksimal kepada anak-anak.

Perang Sarung Ricuh, Polisi Amankan Sekelompok Pemuda di Cianjur

Perang Sarung Ricuh, Polisi Amankan Sekelompok Pemuda di Cianjur

Aksi perang sarung ricuh yang melibatkan sekelompok pemuda di Cianjur, Jawa Barat, berhasil dihentikan oleh pihak kepolisian. Insiden perang sarung ricuh yang terjadi pada Sabtu dini hari, 12 April 2025, ini menyebabkan keresahan di kalangan warga dan pengguna jalan. Akibat perang sarung ricuh tersebut, beberapa pemuda diamankan oleh petugas kepolisian Sektor Cianjur Kota untuk menghindari terjadinya bentrokan yang lebih besar dan potensi korban luka.

Kronologi Perang Sarung Ricuh dan Intervensi Polisi

Menurut laporan warga dan pantauan petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli rutin, aksi perang sarung ini terjadi di sekitar Jalan Raya Bandung-Cianjur. Sekelompok pemuda yang berjumlah belasan orang terlibat saling serang menggunakan sarung yang diduga telah dimodifikasi dengan benda keras di bagian ujungnya. Aksi perang sarung ini tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga mengganggu ketertiban umum dan membuat pengguna jalan merasa tidak aman.

Mendapati laporan dan melihat langsung kejadian tersebut, petugas kepolisian Sektor Cianjur Kota segera bertindak cepat untuk mengamankan situasi. Dengan sigap, petugas berhasil membubarkan aksi perang sarung dan mengamankan sejumlah pemuda yang terlibat ke Mapolsek Cianjur Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut. Sementara itu, beberapa pemuda lainnya berhasil melarikan diri saat petugas datang.

Motif Perang Sarung dan Dampak Negatifnya

Fenomena ricuh seringkali muncul di kalangan remaja, terutama saat bulan Ramadan. Meskipun awalnya dianggap sebagai tradisi atau bentuk permainan, aksi ini seringkali berujung pada kekerasan dan dapat menyebabkan luka serius bagi para pelakunya. Motif di balik Perang Sarung ini beragam, mulai dari sekadar mencari sensasi hingga adanya persaingan antar kelompok remaja. Dampak negatif dari aksi ini jelas sangat merugikan, baik bagi pelaku, korban, maupun masyarakat umum.

Tindakan Kepolisian dan Himbauan Kepada Masyarakat

Kapolres Cianjur, AKBP Andi Suhada, S.I.K., M.H., melalui keterangan tertulis yang disampaikan oleh Kapolsek Cianjur Kota, Kompol Ahmad Suryana, S.H., M.M., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk aksi perang sarung. Pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi berbahaya ini.

Kapolres juga mengimbau kepada para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan siswanya, serta memberikan edukasi tentang bahaya perang sarung ricuh dan pentingnya menjaga ketertiban umum. Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika melihat adanya aktivitas perang sarung ricuh atau potensi gangguan keamanan lainnya di lingkungan sekitar.

Ironi! Double Job Ojol Sekaligus Kurir Sabu Diciduk Polisi di Cianjur

Ironi! Double Job Ojol Sekaligus Kurir Sabu Diciduk Polisi di Cianjur

Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur berhasil mengamankan seorang pengemudi ojek online (ojol) yang ternyata juga merangkap sebagai ojol kurir sabu. Pelaku yang diketahui berinisial RN (28 tahun), warga Kecamatan Cianjur Kota, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditangkap saat hendak melakukan transaksi narkoba di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Kecamatan Warungkondang, pada hari Kamis malam, 10 April 2025, sekitar pukul 22.30 WIB. Penangkapan ojol kurir sabu ini mengungkap ironi di tengah perjuangan mencari nafkah, pelaku justru terjerumus dalam bisnis haram.

Kronologi Penangkapan Ojol Kurir Sabu

Penangkapan ojol kurir sabu ini merupakan hasil dari pengembangan informasi yang diterima pihak kepolisian mengenai adanya pengemudi ojol yang kerap kali digunakan untuk mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Cianjur. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi RN sebagai salah satu ojol kurir sabu yang aktif.

Pada Kamis malam, petugas melakukan pengintaian di sekitar Jalan Raya Bandung-Cianjur, Kecamatan Warungkondang. Sekitar pukul 22.30 WIB, petugas mencurigai seorang pengemudi ojol dengan gerak-gerik mencurigakan yang sedang menunggu seseorang. Saat didekati dan digeledah, petugas menemukan beberapa paket sabu siap edar yang disembunyikan di dalam tasnya. RN yang berprofesi sebagai ojol kurir sabu tersebut tidak dapat mengelak dan langsung diamankan.

Barang Bukti dan Pengakuan Pelaku Ojol Kurir Sabu

Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga paket sabu dengan berat bruto sekitar 15 gram, satu unit telepon genggam yang digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan narkoba, satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beroperasi sebagai ojol, dan sejumlah uang tunai yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba.

Di hadapan petugas, RN mengakui perbuatannya menjadi ojol kurir sabu dan mengaku nekat melakukan pekerjaan sampingan haram tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia mengaku baru beberapa bulan menjalankan peran ganda ini.

Tindakan Tegas Polres Cianjur Terhadap Jaringan Narkoba

Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawan, melalui Kasat Reserse Narkoba Polres Cianjur, AKP Ali Jupri, menyatakan keprihatinannya atas keterlibatan oknum pengemudi ojol dalam jaringan narkoba. Pihaknya menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Cianjur dan akan terus melakukan tindakan tegas terhadap para pelakunya. RN akan dijerat dengan pasal terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan ancaman hukuman pidana yang berat. Pihak kepolisian juga akan melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar di balik aktivitas ojol ini.

Sensasi Kuliner Unik di ‘Bangsal Mencekam’ Bandung: Lebih dari Sekadar Santapan

Sensasi Kuliner Unik di ‘Bangsal Mencekam’ Bandung: Lebih dari Sekadar Santapan

Bagi para pencari pengalaman kuliner yang tak biasa dan memacu adrenalin, Bandung kembali menghadirkan sebuah konsep unik yang patut dicoba. Sebuah restoran di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Riau), Bandung, untuk sementara waktu bertransformasi menjadi ‘Bangsal Mencekam‘, menawarkan sensasi menyantap hidangan dengan latar belakang suasana rumah sakit terbengkalai yang menyeramkan.

Fenomena kuliner unik ini pertama kali mencuri perhatian publik menjelang Halloween pada Oktober 2023 dan kembali hadir pada periode tertentu di tahun 2024 dan diperkirakan akan terus berlanjut pada momen-momen spesial. Restoran Karnivor, yang dikenal dengan menu dagingnya, menyulap sebagian area restorannya menjadi instalasi horor interaktif yang disebut ‘Bangsal Mencekam’.

Lebih dari Sekadar Makan: Pengalaman Imersif yang Mencekam

Pengunjung yang tertarik dengan sensasi kuliner unik ini akan diajak memasuki sebuah ruangan yang didekorasi layaknya bangsal rumah sakit angker. Properti-properti seperti ranjang pasien berkarat, manekin menyeramkan, pencahayaan remang-remang, dan efek suara yang mencekam menciptakan atmosfer horor yang kental. Para pelayan pun turut berperan dengan mengenakan kostum perawat atau zombie, menambah keseruan pengalaman kuliner unik ini.

Menu ‘Ekstrem’ yang Menggugah Selera (dan Sedikit Ngeri)

Tak hanya suasananya yang unik, menu yang ditawarkan pun disesuaikan dengan tema. Beberapa hidangan dan minuman diberi nama-nama yang terinspirasi dari elemen horor, seperti ‘Amputated Fingers’ (sosis yang dibentuk seperti jari), ‘Preserved Zonkey Brain’ (puding berbentuk otak), dan ‘Blood Punch’ (minuman berwarna merah pekat). Meskipun namanya terdengar ‘ekstrem’, rasa dari hidangan-hidangan tersebut tetap lezat dan aman untuk dinikmati.

Bukan Sekadar Tren Sesaat

Konsep kuliner unik seperti ‘Bangsal Mencekam’ ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan warga lokal Bandung yang mencari pengalaman berbeda. Bukan hanya sekadar mengisi perut, pengunjung juga mendapatkan hiburan dan sensasi yang tak terlupakan. Meskipun bersifat temporer, antusiasme masyarakat terhadap konsep tempat makan seperti ini menunjukkan bahwa Bandung selalu memiliki ide-ide kreatif dalam dunia kuliner.

Bagi Anda yang berani dan penasaran dengan sensasi kuliner unik yang memacu adrenalin, ‘Bangsal Mencekam’ di Bandung bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dicoba.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa