Persoalan sampah di Bandung Raya, khususnya terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, masih menjadi perhatian serius. Kapasitas TPA yang terbatas seringkali memicu penumpukan. Terkait ritase atau jatah pengangkutan sampah ke Sarimukti, Pemerintah Kota Bandung memberikan penjelasannya.
Pemkot Bandung berupaya keras mengoptimalkan ritase yang ada. Meski seringkali menghadapi kendala kapasitas TPA Sarimukti yang sudah overload. Hal ini berdampak pada efektivitas pengangkutan sampah dari Kota Bandung.
Menurut data terkini, Pemkot Bandung mendapatkan jatah Ritase Sampah ke Sarimukti. Namun, jumlah produksi sampah yang terus meningkat sering melebihi kuota. Ini menyebabkan adanya sampah yang tidak terangkut dan menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Penjabat Wali Kota Bandung, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus berkoordinasi. Mereka berdialog dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pengelola TPA Sarimukti. Tujuannya untuk mendapatkan solusi terbaik terkait penambahan ritase.
Beberapa waktu lalu, Kota Bandung sempat mendapat tambahan ritase. Penambahan 5 ritase per hari sempat disepakati. Ini sedikit meringankan beban penumpukan sampah. Namun, ini masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya menyelesaikan masalah.
Kendala di TPA Sarimukti tidak hanya soal kuota. Kondisi TPA itu sendiri sering mengalami longsor. Curah hujan tinggi memperparah situasi. Hal ini tentu saja menghambat proses pembuangan sampah dari berbagai daerah.
Pemkot Bandung tidak hanya bergantung pada Sarimukti. Mereka juga mengembangkan berbagai program penanganan sampah dari hulu. Seperti optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan).
Teknologi pengolahan sampah juga dijajaki. Penggunaan mesin pengolah sampah di tingkat kelurahan dan TPST. Hingga rencana penerapan teknologi termal untuk mengolah sampah yang tidak bisa diangkut ke TPA Sarimukti.
Kerja sama dengan berbagai pihak juga dilakukan. Termasuk dengan komunitas dan bank sampah. Ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA. Serta meningkatkan kesadaran pilah sampah di masyarakat.
Target Pemkot Bandung jelas: mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti. Dengan mengoptimalkan pengolahan sampah di tingkat lokal. Ini demi menciptakan lingkungan Bandung yang lebih bersih dan sehat.
Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus digalakkan. Bahwa masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi aktif warga dalam memilah sampah sangat krusial.
