Tragis di Cianjur: Saling Sindir di Sosmed Berujung Saling Bacok Antar Pria

Perselisihan yang bermula dari saling bacok di media sosial berakhir tragis di Cianjur. Dua orang pria terlibat perkelahian fisik menggunakan senjata tajam hingga keduanya mengalami luka serius. Insiden saling bacok ini terjadi di Kampung Cikaret, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur Kota, pada hari Rabu, 30 April 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Pihak kepolisian setempat kini tengah menangani kasus saling bacok ini untuk mengetahui motif pasti dan kronologi kejadian.

Informasi yang berhasil dihimpun dari saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa perkelahian ini melibatkan dua orang pria bernama Rendi (24 tahun) dan Sandi (26 tahun). Keduanya diketahui saling mengenal dan sering berinteraksi di media sosial. Namun, beberapa hari terakhir, keduanya terlibat berupa sindiran dan komentar pedas di platform media sosial yang sama.

Kapolsek Cianjur Kota, Kompol Ahmad Suryana, saat dikonfirmasi pada Kamis pagi, 1 Mei 2025, membenarkan adanya insiden saling bacok tersebut. Beliau menjelaskan bahwa perselisihan di media sosial tersebut diduga menjadi pemicu perkelahian fisik. “Diduga kuat, saling bacok di media sosial ini kemudian berlanjut ke dunia nyata. Keduanya bertemu dan terlibat perkelahian yang menggunakan senjata tajam,” ujar Kompol Ahmad Suryana.

Lebih lanjut, Kompol Ahmad Suryana mengungkapkan bahwa saat kejadian, warga sekitar sempat mencoba melerai perkelahian tersebut, namun keduanya sudah terlanjur saling menyerang menggunakan senjata tajam jenis golok. Akibatnya, Rendi mengalami luka bacok di bagian lengan dan dada, sementara Sandi mengalami luka yang cukup parah di bagian perut. Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur untuk mendapatkan perawatan intensif.

Petugas dari Polsek Cianjur Kota yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua bilah golok yang diduga digunakan dalam saling bacok tersebut. Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi mata di sekitar lokasi kejadian untuk melengkapi berkas penyelidikan.

Saat ini, kondisi kedua pria yang terlibat saling bacok tersebut masih dalam perawatan di rumah sakit. Pihak kepolisian belum dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keduanya hingga kondisi mereka memungkinkan. Namun, setelah pulih, keduanya akan dimintai keterangan terkait pemicu dan kronologi lengkap kejadian saling bacok ini.

Insiden ini menjadi pelajaran berharga tentang bahaya penggunaan media sosial yang tidak bijak dan bagaimana perselisihan daring dapat berujung pada kekerasan fisik di dunia nyata. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu konflik.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa