Kawasan perkebunan hijau di Jawa Barat kini sedang menyimpan cerita pilu tentang ketimpangan ekonomi yang dialami oleh para buruh petik. Nasib para petani teh Cianjur menjadi sorotan utama karena kondisi kesejahteraan mereka yang kontras dengan tren pasar global yang sedang membaik. Meskipun permintaan pasar terhadap teh kualitas premium terus meningkat dengan harga jual yang melambung tinggi, keuntungan tersebut seolah berhenti di tangan para pemangku kepentingan besar tanpa menyentuh akar rumput.
Kesenjangan ini menciptakan jurang sosial yang semakin lebar di wilayah pegunungan yang subur tersebut. Para petani teh Cianjur harus bergelut dengan biaya hidup yang terus merangkak naik, sementara upah harian yang mereka terima masih sangat minim dan sering kali tidak mencukupi kebutuhan dasar keluarga. Banyak dari mereka yang telah mengabdi selama puluhan tahun di kebun teh, namun tetap terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang sulit diputus akibat sistem pengupahan yang belum berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Masalah utama yang dihadapi adalah mekanisme penentuan harga di tingkat produsen yang sering kali tidak transparan. Meskipun harga di pasar internasional atau kafe-kafe modern di perkotaan sangat mahal, para petani teh Cianjur hanya menerima sebagian kecil dari nilai ekonomi komoditas tersebut. Hal ini memicu dilema besar bagi generasi muda di pedesaan yang mulai enggan meneruskan profesi orang tua mereka sebagai petani. Mereka lebih memilih merantau ke kota besar untuk mencari pekerjaan di sektor industri atau jasa yang dianggap lebih menjanjikan secara finansial.
Kondisi ini jika dibiarkan tentu akan mengancam keberlanjutan industri teh nasional dalam jangka panjang. Tanpa adanya regenerasi dan perbaikan upah bagi petani teh Cianjur, luas lahan perkebunan teh berisiko menyusut karena beralih fungsi menjadi kawasan wisata atau pemukiman. Pemerintah daerah dan perusahaan perkebunan perlu duduk bersama untuk merumuskan kebijakan harga dasar yang lebih adil serta memberikan insentif tambahan bagi para buruh petik agar semangat kerja mereka tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi. Perjuangan para petani teh Cianjur adalah cerminan dari tantangan besar sektor pertanian Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi.
